Rabu, 08 Juli 2009

JENG JENG JEEENG...saatnya kelas sembilaaann!!

Diposting oleh Latifatul Khairiyah di 11.37 0 komentar

yeah. akhirnya kelas Sembilan. Aku tak tau seberapa berat tahun ini, tapi yang jelas, kalau kau tak punya teman sekelas yang "sejalan", tahun ini akan jadi tahun terburukmu.

Kenapa terburuk?

Karena yang namanya tahun terakhir pasti paling buruk. Mulai dari Ujian Tengah Semester (UTS); Ujian Akhir Semester (UAS); Ujian Negara (UN); Ujian Praktek yang sumpah, bikin kepala puyeng; Try Out setiap bulan; sampai ujian PSB.

Aku tak tau apa bedanya dengan pengalamanku kelas 6 SD. Tapi aku masih ingat jelas bagaimana tenagaku diforsir habis-habisan saat itu: berangkat pukul 05.45 untuk mengikuti kelas pagi, dan kami baru diperbolehkan hengkang dari sekolah pukul 15.00 karena kelas siang yang diadakan. Hah. Ada-ada saja. Memangnya mereka kurang puas dengan kelas pagi hingga terpaksa mengurung kami 2,5 jam lebih lama? Oke, aku tau ini demi kebaikan kami. Tapi aku kan capek juga. Belum lagi dengan les-les sesudah itu!! Kelas 6 SD, aku les mata pelajaran di Express (bener gak sih tulisannya?). Parahnya, hampir tiap hari aku harus mengikuti les itu. Tiap hari. Dari pukul 15.00 sampai 17.30, bahkan tak jarang mereka manambahinya dengan 30 menit pelajaran.

Jadi bayangkan saja. Mataku hampir tak pernah berhenti memelototi buku-buku IPS, Sains, dan Matematika selama 12 jam. Dan tahukah kau? 12 jam sama dengan setengah hari. Jadi apa atinya itu? Artinya, setengah hari penuh penganiayaan. Setengah hari penuh dengan angka, hafalan, dan esai.

Aku tentu saja, ingin sekali menyalahkan pemerintah. Kenapa mereka menjadikan undang-undang kependidikan begitu mengerikan? mereka harusnya tau itu momok untuk kami!! Ketika masa pembelajaran kami selama bertahun-tahun di uji coba dalam ujian yang hanya berlangsung beberapa hari yang dijadikan penentuan seberapa pantaskah kami untuk di beri gelar "LULUS", "Nilai Terbaik" dan gelar tolol lainnya. Tapi toh sebesar apapun kebencianku pada pendiri undang-undang kependidikan mengenai ujian kelulusan tak akan ditanggapi. Jadi buat apa aku berdemo dan lain sebagainya? lagi pula aku hanya akan mengalami "Dilema Tahun Terakhir" selama 3 kali seumur hidupku (tanpa menghitung kuliah) : SD, SMP, SMA.

Tiga kali musim babak belur. Tiga kali mentalku diuji ketahanannya.

Hah.

Dan ini musim keduaku untuk mengalami babak belur. Dan aku memang sudah tau bahwa semakin banyak angka musimnya, maka semakin "luar biasa" memar-memar yang harus kutanggung. Aku tak mengeluh, sungguh. Aku hanya putus asa bagaimana aku bisa mendapatkan teman satu kelas yang luar biasa. Well, selama ini aku belum pernah beruntung dalam pengacakan kelas. Contohnya saja kelas MOS. Itu, kelas paling mengerikan yang bisa kubayangkan. Aku tak bisa membayangkan yang lebih mengerikan daripada itu: sekelas dengan cewek-cewek tolol yang suka menggoda anak laki-laki dan sekelas dengan anak laki-laki bodoh yang suka menggoda anak-anak cewek. Dan kata 'tolol' dan 'bodoh' yang kugunakan disini sama sekali tidak berlebihan. Kau harus tau bagaimana menjijikkannya SMS-SMS mereka. uh. Jadi bagaimana aku bisa melalui tahun terakhirku kalau aku sekelas dengan mereka?? Memangnya mereka pikir aku kurang babak belur??!! Untungnya, kelas MOS hanya berlangsung selama beberapa hari, dan untuk hari-hari selanjutnya, kelas kami diurutkan melalui nilai ujian untuk kelas Bilingual. Aku kaget luar biasa ketika menyadari aku masuk dalam jajaran anak kelas Bilingual.

Dan aku tak bisa menemukan orang-orang yang lebih hebat dari teman sekelasku selama dua tahun ini.

Aku mendapatkan teman-teman hebat itu dari kerja kerasku sendiri tentu saja. Itu terjadi sejak kelas 7. Aku tau keberuntungan jarang sekali menghinggapiku. Jadi aku bertekad agar posisiku berada di atas anak-anak lain di kelas. Aku tau cuma ini caranya: berusaha menjadi orang pintar. Aku benci konsep ini; aku tak suka dituntut untuk melakukan sesuatu. Tapi aku tau apa yang ku mau, dan berusaha menjadi orang pintar adalah harga yang harus kubayar. Karena 15 orang dengan nilai tertinggi dikelas kami akan diletakkan lagi di kelas A pada tahun selanjutnya.

Akhirnya, aku berhasil.

Tapi tahun ini tidak sama, tahun ini mereka (guru-guru, maksudku) tidak mengurutkan kelas kami melalui prestasi, jadi aku tidak tahu apa yang harus kuperjuangkan. Tahun ini mereka menentukan kelas masing-masing siswa dengan metode pengacakan. 

Rasanya seperti menunggu hasil undian berhadiah. Bedanya, kalau kami tak mendapat tiket emas, maka kami dijatuhi hukum pancung. Kalau kau tak sekelas dengan siswa-siswa cerdas dan kreatif tahun ini, bisa dipastikan kau mati.

Aku butuh teman-teman yang cerdas dan kreatif, karena aku tau mereka pasti mencambukku dari belakang, membuatku jadi jauh lebih baik. Aku butuh teman-teman yang bisa diajak bekerja sama, karena Ujian Praktek kelas 9 akan luar biasa mematikan. Please!! aku butuh mereka yang kompak, please... Aku bisa menghadapi yang lain-lain (ujian tes tulis, maksudku). Tapi tidak dengan Ujian Praktek!! Hah, bayangkan saja berkonde dan berkebaya!! Tak pernah sekalipun aku, membayangkan memakainya!!

Kalau kau mau tau, tak pernah aku merasa seputus asa ini.

Sebenarnya, yang kubutuhkan saat ini cuma anak-anak MBOK (Masa Bodo Orang Kata) community. bagi yang tak mengenal mereka, kuberitahu kau: mereka luar biasa. Mereka adalah segala sesuatu yang aku butuhkan: cerdas, kreatif, luar biasa kompak, dan tak ada yang bisa menandingi kerja sama mereka. Aku cinta mereka. Mulai dari ujung rambut sampai ujung jari-jari kakiku meneriakkan kecintaanku pada mereka.

Tapi tentu saja aku tak bisa berharap banyak akan bisa sekelas dengan mereka. Sudah kubilang padamu aku tak pernah beruntung dalam pengacakan.

Mungkin sebenarnya aku mulai merasa pasrah. Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan? apa lagi yang bisa kuperjuangkan? Memangnya kau pikir aku mau berlutut dihadapan Guru Bimbingan dan Konseling kemudian memohon-mohon pada mereka? Hah. Tak bisa kubayangkan apa kata mereka.

Jadi lebih baik berpikir saja tentang masa depanku di SMA.

Aku sudah mempertimbangkan banyak pilihan. Memilah dan memilih, SMA mana yang kira-kira bisa kumasuki dan bisa menerimaku. Dua kata itu penting: masuk dan menerima. Kalau kau hanya bilang 'masuk', belum tentu kau akan di 'terima'. Jadi melalui pandangan besar-kecilnya kesempatan, maka aku mulai mempertimbangkan hal ini.

mmm, mungkin aku baru akan menyampaikan pertimbangan-pertimbanganku padamu besok saja. Mungkin sudah hampir satu jam aku mengetik (45 menit..?). Kuputuskan bahwa teori mengetik terlalu lama membuat saraf-sarafmu kaku ada benarnya juga; punggung dan kakiku agak terasa pegal sekarang (aku tak tau apakah ini karena posisi duduk yang salah atau apa).

Jadi,

CU.

Senin, 06 Juli 2009

lagi tergila-gila ama OSTnya BBF, cuy...

Diposting oleh Latifatul Khairiyah di 12.14 0 komentar
kepanjangannya sih Boys Before Flowers...gak tau deh kenapa dinamain kaya gitu.

Mungkin karena cowok2nya pecinta bunga?? wakkakakkk...

but, i do love Kim Bum (walopun dia pecinta bunga). wkkwkk.

uhh, kalo aja di skulah ada satuuuuu aja yang punya wajah kayak ni orang.

kim bum pict.

Biodata Kim Bum as So yi Jung

Nama: Kim Sang Bum

Tgl lahir: 7 Juli 1989

Golongan darah: O (penting gak sih)

Tinggi/BB: 181 cm/63 kg

Hobi: sepak bola, baseball, kendo (wow.tipe sporty*kaya mobil aja*)

Pendidikan: Universitas Joong An

Agensi: The Show Entertainment, Glory Entertainment (Jepang)

Nah, kalo soal Soundtracknya, itu bener2 keren.. well, aku nggak tau artinya coz bahasa korea sih.. tapi ada satu blog yang ngasih arti2 soundtracknya ke aku, tapi dalam bahasa inggris.. gak pa-pa lah.

Ada satu soundtrack yang bener2 melas. Judulnya Lucky. Yang nyanyi namanya Ashily (haha, keinget sesuatu nggak?) wakkakakkk.. w gak tau pasti kenapa orang tuanya ngasih nama Ashily..untung bukan Ashilyt.. hehehe.

Oke, ini dia versi koreanya:

nan himi deulddehmyun lucky in my life
geudehga ggoom chuh lum daga onehyo

seulpuh jilddehmyun lucky in my dream
geudeh ddaseu hageh naleul ggok gamssa joonehyo

unjena iluhkeh oossuhyo na
sesangi himdeulgeh hehdo nan juldeh
noonmooleun bo igo shipjin anchyo
neh mameul moleuneun geudehlado
mulli suhlado geudeh eh geu miso leul
ganjikhal soo issuh daheng ijyo

oolgo shipeul dden lucky in my love
sangsang sok geudehga mutjyuh boyuhyo

ooljuk heh jimyun nan lucky in my world
geudeh ggoomgyul chulum naleul ggok anajoojyo

unjena iluhkeh oossuhyo na
sesangi himdeulgeh hehdo nan juldeh
noonmooleun bo igo shipjin anchyo
neh mameul moleuneun geudehlado
mulli suhlado geudeh eh geu miso leul
ganjikhal soo issuh daheng ijyo

modeun geh areumdawo nan nuhmoo hengbokhan gul
welo oon sesangeh nan ddo neh sowoneul damayo

unjena iluhkeh oossuhyo na
sesangi himdeulgeh hehdo nan juldeh
noonmooleun bo igo shipjin anchyo
neh mameul moleuneun geudehlado
mulli suhlado geudeh eh geu miso leul
ganjikhal soo issuh daheng ijyo

geudeh han galeumman dagawayo

----------TRANSLATION----------

when it gets hard, lucky in my life
you come towards me like a dream

when i get sad, lucky in my dream
you hold me tight with warm embrace

i smile like this, always
even when the world makes it hard
i don’t ever want to show my tears.
even though you don’t know my heart yet
because i can still keep your smile, even from afar,
it’s a relief

when i want to cry, lucky in my love
you look so handsome in my imagination

when i’m frustrated, lucky in my world
you hold me tight like a dream

i smile like this, always
even when the world makes it hard
i don’t ever want to show my tears.
even though you don’t know my heart yet
because i can still keep your smile, even from afar,
it’s a relief

everything is beautiful. i’m so happy.
i make a wish again in this lonely world

i smile like this, always
even when the world makes it hard
i don’t ever want to show my tears.
even though you don’t know my heart yet
because i can still keep your smile, even from afar,
it’s a relief

take one step towards me

kasian tuh kisahnya. Secara garis besar, tuh lagu kisahnya sama kayak w ama Rezky Aditya. ato w ama Zac Efron. ato w ama Taylor Lautner. ALIAS CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN. Kira2, kalo di artiin jadi bahasa Indonesia, reff-nya jadi kyak gini:

aku tersenyum seperti ini, selalu

bahkan ketika dunia membuatnya sulit

aku tak pernah ingin menunjukkan air mataku

bahkan meskipun kau belum tau perasaanku

karena aku masih bisa menyimpan senyummu, bahkan dari kejauhan,

itu terukir.

Tapi itu bukan lirik favorit w. w paling suka bagian yang ini:

Everything is beautiful, i'm so happy.

i make a wish again in this lonely world.

~artinya:

Segalanya begitu indah, aku sangat bahagia.

Aku berdoa lagi di dunia yang sepi ini

ck. w gak tau kenapa, tapi yang jelas, menurut w lirik itu yang paling pas buat w. becoz i'm happy. i have my friends here, dan siapa peduli sama cinta sejati kalo kamu punya teman2 terhebat di dunia?? love is sucks. ada yang mau protes?

btw, w mau coba2. dari mylivesignature.com... kaya ngasih tulisan ms.atuL gitu deh... bisa nggak yo?

http://signatures.mylivesignature.com/54487/219/330AB31ACDCCACF2815B998F816D6BB6.png

Jumat, 26 Juni 2009

Aku tau postingan ini benar2 tak pantas. Tapi aku butuh tempat, please...

Diposting oleh Latifatul Khairiyah di 12.37 0 komentar

Jadi, kami baru saja menerima rapot. Menurut pandanganku, rapot merupakan kumpulan nilai yang kau peroleh pada setiap tahunnya, memuat rata2 nilai harianmu, dan memuat nilai2 yang aku yakin ada sebagian diantaranya tidak diperoleh dengan cara yang adil. seperti memikat gurumu... barangkali?

Aku tidak bilang aku tidak melakukannya. Well, aku pernah melakukan itu. Memikat guru maksudku. Tidak!! Memikat disini tidak berarti negatif!! kau memikat gurumu dengan cara menunjukkan keakrabanmu pada mereka, kepedulianmu pada mereka, dan bisa saja kau memikat mereka dengan kelebihan2 lainmu.

Tapi sepertinya caraku memikat mereka kurang bagus dibandingkan temanku yang lain.

Intan, masih saja berkomentar tentang nilai2nya yang buruk rupa. Padahal jumlah nilainya berada delapan angka dariku. Bukankah selisih 3 saja sudah cukup membuatmu uring2an? apalagi delapan!! Please!! bisakah dia bersyukur untuk itu?

Aku tau kau juga akan bilang hal yang sama padaku. Kau akan bilang seharusnya aku bersyukur dengan jumlah nilai rapotku yang 980, dengan rata2nya delapan puluh sembilan.

Tapi please!! setidaknya aku tidak berulang kali bilang pada semua orang bahwa jumlah 980 merupakan jumlah yang buruk!! Intan, salah seorang temanku yang sekelas denganku, benar2 melukaiku.

Maksudku, dia memiliki nilai yang selisih delapan angka dariku dan dia mengeluh bahwa nilainya jelek luar biasa!! Bagaimana itu tidak membuatku gusar?? Aku hanya 980 dan dia 988!! Dan semua orang mendapatkan nilai lebih baik dariku!! Apa2an itu?? Apa itu berarti guru2 tidak tertarik memberikan nilai ekstra untukku?? 

Semua orang disini benar2 semua orang. Orang2 yang kukenal dekat dan sekelas denganku. Mereka mendapatkan jumlah yang lebih banyak dariku. Well, sebenarnya nilai mereka tak terpaut jauh dariku. Tapi mereka masih saja mengeluh. Itu melukai egoku!!

Dan saat aku menulis ini, adikku benar2 sukses membuatku darah tinggi: sudah kubilang padanya untuk mengecilkan volume televisi tapi dia justru membesarkannya. Pernahkah aku bilang padamu? Aku sangat benci pada adikku. sangat.

Aku gusar!! marah!! kenapa nilai2 ku tak bisa diatas mereka?? kenapa harus dibawahnya??

Aku benar2 marah pada mereka semua. Kenapa mereka terus mengeluh?? apa mereka tidak berpikir: "oh ternyata ada yang berada dibawahku, itu berarti aku harus bersyukur".

Tapi mereka justru mengeluh. Lagi-lagi justru. Sama saja dengan adikku yang sialan itu.

Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang ini. Aku marah pada mereka, marah pada diriku sendiri, dan marah luar biasa pada adikku.

Maafkan aku kalau ternyata ada yang tersinggung dengan postinganku kali ini.

Kau kan harus memaklumi bagaimana orang marah dan gusar bersikap.

hah.

Aku benci mereka yang mengeluhkan nilainya yang lebih tinggi dariku. Luar biasa benci.

Jumat, 19 Juni 2009

ohh, aku selalu lupa pada masalahku saat menulis :(

Diposting oleh Latifatul Khairiyah di 12.43 0 komentar
uhh, aku mengidap flu.
Oh, bukan. Mungkin lebih tepat kalau dibilang "menderita". Kurasa mengidap bukan kata yang cocok.
Menyedihkan, aku harus membersihkan hidungku tiap lima menit sekali.
Tapi mungkin aku lebih beruntung daripada sebagian yang lain. Flu ku tak parah-parah amat.

Jadi, UAS baru saja selesai. Dan beberapa hal yang menyenangkan sekaligus menyedihkan terjadi bersamaan.
-menyenangkan, karena itu berarti aku terbebas dari kewajiban membaca rumus fisika dan hitungan matematika. bahkan aku terbebas dari keharusan menghafal aturan-aturan pajak.
-menyenangkan, karena aku tentu saja bisa bermanja lagi dengan buku-buku fiksi luar biasa tebal.
-menyenangkan, karena banyak waktu luang yang bisa kugunakan untuk menghibur diri sendiri: bermain game, mengedit foto, hingga memata-matai rivalku, Selena Gomez. (well, mungkin sebenarnya dia memang bukan rival yang tepat karena tentu saja dia jauh lebih sempurna dari Nadine Candra Winata)

-menyedihkan, karena aku tak yakin apakah telah mengerjakannya semaksimal mungkin melalui kemampuanku.
-menyedihkan, karena banyak dari jawaban-jawabanku tak kuperoleh dengan cara yang jujur.
-menyedihkan, karena aku tak yakin berapa besar nilai yang akan kuterima dalam rapotku nanti.
-menyedihkan, karena kemungkinannya luar biasa kecil kalau aku bisa kembali ke kelas A.

Aku benar2 sudah terbiasa dengan kelas A ini. Aku menempatinya sejak kelas 7. Dengan siswanya yang hanya 30 orang. Aku sudah terbiasa menuliskan huruf "A" pada buku-buku pelajaranku ataupun kertas2 ulanganku. Aku sudah terbiasa menjadi bagian dari mereka. Jadi bagaimana bisa aku melepaskannya? Please, hanya setahun lagi aku akan berkubang di sekolah konyol itu. Aku tak tahu bagaimana caranya menghadapi anak2 baru dari kelas lain, karena aku tak pernah bisa lebih baik dalam pembauran. Aku terbiasa langsung cocok dengan lingkungan yang kutempati. Aku terbiasa beruntung.

Jadi semakin besarlah alasan nasib untuk memberiku kesialan.
Oh, maafkan aku sudah berkata seperti itu. Sungguh, aku tak bermaksud menuduh Tuhan atau bagaimana.
Tapi bukankah biasanya kesialan datang setelah keberuntungan? (pemikiran bodoh tentu saja, tapi aku tak melihat adanya ketidakbenaran dalam pemikiran itu)

Banyak hal yang ingin kusampaikan kali ini. Luar biasa banyak. Aku bahkan tak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana cara memulainya, tapi kurasa akan ada banyak hal yang terlewatkan ketika aku menulis ini. Mungkin karena lupa. Jadi aku hanya akan menyampaikan hal yang benar2 menggangguku saja. atau menghibur.

Aku sedang membaca New Moon (lagi, tentu saja). Well, aku tak pernah bosan membacanya. Membaca pemikiran2 Stephenie Meyer tak pernah membuatku mengeluh. Aku suka bagaimana dia menggambarkan emosi seseorang: begitu nyata, begitu rasional; rasanya seperti kau mengalaminya sendiri. Karya2 Stephenie Meyer memang tak terlalu melulu menekankan imajinasi seperti Harry Potter milik J.K Rowling (aku tak bilang aku tak suka Harry Potter--aku menggilainya). Tapi karakter tiap tokoh selalu membuatku berdecak kagum. Bagaimana dia bisa menggambarkan interaksi tiap tokoh dengan tokoh yang lain dengan begitu sempurna? Bagaimana dia bisa menggambarkan kecerdasan pikiran tokoh dalam tulisan? Bagaimana mungkin kau menggambarkan emosi seseorang sesempurna itu? menggambarkan setiap detil tentang perubahan warna wajahnya dengan luar biasa menarik?
Aku tak kan pernah sejenius itu dalam hal ini.

Jadi mungkin itulah kelebihan Stephenie Meyer.
Tapi Harry Potter tak kalah luar biasa, kalau tak mau dibilang ajaib. Aku mencintai tiap detil yang tergambarkan mengenai tempat2 dan wajah seseorang dalam tulisan-tulisan J.K Rowling. Rasanya seperti pergi ke tempat baru. Ke tempat-tempat yang tak kan bisa kau lihat bahkan dalam mimpi.


Itu tadi benar2 mengganggu. Aku berusaha memendam hasrat konyol untuk menghidupkan koneksi internet untuk menulis ini ketika Ujian Akhir Semester berlangsung. aku harus fokus pada ujian, tekadku saat itu.

Dan aku baru saja bergabung dalam twitter.com .
Menurutku, itu lebih seperti situs yang memuaskan keinginan bodoh orang2 seperti aku: melaporkan setiap kejadian yang kau alami sambil mendeskripsikannya. Aku bukan tipe pengadu tentu saja, tapi aku suka bercerita tentang hal2 sepele yang baru saja menimpaku.
Kesimpulannya, aku sangat membutuhkan situs ini.
Masalahnya timbul ketika aku tau bahwa twitter.com merupakan ajang pertemanan bagi artis2 Hollywood. Well, aku tidak akan seresah ini kalau seandainya Selena Gomez tidak mengikuti situs ini. Aku tak tau apakah dia Selena Gomez betulan, tapi aku nyaris yakin.

Aku yakin, karena Selena tampak begitu nyata. Maksudku, dia selalu melaporkan kejadian2 yang menimpanya, secara pribadi. Dan aku tahu seorang fans pun tak akan bisa menceritakan kebohongan dengan begitu nyata. Jadi aku 99,99% yakin bahwa dia Selena Gomez betulan.

Sementara itu aku berulang kali harus menahan diri untuk tidak menge-post segala sesuatu yang berbau Taylor Lautner. Kau tak tahu bagaimana rasanya, karena aku sendiri juga tak tahu. Yang jelas, menurutku memposting sesuatu yang terdapat Taylor-nya adalah sesuatu yang salah. Well, tidak tepat. Sebagian besar faktornya disebabkan oleh Selena Gomez.
Rasanya agak sungkan, karena dia dikabarkan sedang dekat dengan Taylor Lautner. Bagaimana mungkin aku mengemukakan perasaanku pada Taylor Lautner sementara aku berteman dengan pacarnya? (well, aku tidak berteman, tapi lebih tepatnya menjadi pengikutnya dalam situs itu. Dan aku berharap aku salah ketika mengucapkan "pacarnya")

Hmm, kurasa sedikit-banyak bebanku agak berkurang. (aku tak tahu apakah wajar aku menyebutnya 'beban', karena aku tau ketika kau membaca tulisan ini, kau akan menganggap masalah ini sepele)

Apalagi?
hhh, aku selalu lupa tentang apa yang ingin kusampaikan ketika aku menulis.

Mungkin sebenarnya aku ingin beropini tentang beberapa masalah politik seperti acara Debat Capres yang tidak menarik dan beberapa penilaianku pada masing2 Capres melalui cara bicaranya, cara berpakaiannya, atau isi pidatonya.
Dan aku luar biasa ingin membahas masalah Ambalat dan pelanggaran HAM kebebasan berpendapat yang dialami Prita. Tapi waktuku untuk menuliskan hal ini terlalu sedikit, jadi aku akan menundanya sampai besok atau lusa, pokoknya sampai aku punya waktu luang dan mood yang bagus. Lagipula nanti sore akan ada pertandingan Indonesia Open 2009, mustahil aku melewatkannya, jadi aku tentu saja butuh tidur.

Maafkan aku.
 

Latiffatul Wolfe Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez